Uncategorized

Infrastructure Communication Technology Ikan Fillet Papua (IFP)

Infrastructure Communication Planner
Zona Bisnis

Oleh : Ehdra Beta Masran

Perikanan merupakan salah satu industry unggulan Provinsi Papua Barat dengan produksi perikanan mencapai 204.180 ton di tahun 2019 (BPS Provinsi Papua Barat, 2019). Produksi perikanan di dukung rumah tangga perikanan tangkap di Tahun 2017 mencapai 14.742 Rumah Tangga Perikanan. Selain itu Jenis bahan makanan ikan dan udang segar merupakan komoditas nomor dua setelah beras dengan nilai 3,10 Kg perbulan perkapita di tahun 2018 (Susesnas BPS 2018). Potensi perikanan tangkap di wilayah Papua Barat mencapai 1.524.800 ton/tahun yang diprediksi menjadi unggulan PAD Provinsi Papua Barat dimasa mendatang (Dinas Perikanan Provinsi Papua Barat). Namun untuk dapat melakukan tata kelola potensi perikanan yang besar di Provinsi Perikanan terdapat tantangan Ketersediaan infrastruktur, sarana dan prasarana yang kurang memadai (cold chain), Harga ikan yang tidak stabil, Kapasitas dan kemampuan nelayan dalam pengelolaan bisnis rendah memperburuk management bisnis perikanan di Provinsi Papua Barat.
Menurut Ehdra Beta Masran, Founder Ikan Fillet Papua “Program bisnis bukan hanya memperkuat pendapatan suatu daerah, tetapi juga membangun sumbedaya manusia, khususnya Papua Barat”
Ikan Fillet Papua menyadari bahwa terjadi gap yang cukup besar antara nelayan dengan industri dan bisnis perikanan terutama di era disrupsi bisnis yang ada saat ini. Nelayan beserta komunitasnya belum tersentuh oleh pemanfaatan Information Communication and Technology (ICT). Sementara peran ICT saat ini menjadi sangat vital sehingga bisnis perikanan di level nelayan dan komunitasnya dapat merasakan manfaat yang maksimal.
Menurut D. Daniel, Spatial Intelligence Ikan Fillet Papua “Infrastruktur teknologi menjadi pilihan penting saat ini, bisa menjadi focus untuk memperkuat rantai pasar, model bisnis, serta solusi dari permasalahan perikanan existing”
Ikan Fillet Papua kemudian mengusung suatu gagasan dengan menginisiasi pembentukan komunitas nelayan berdaya. Komunitas nelayan berdaya adalah suatu komunitas yang dibentuk untuk menerapkan prinsip-prinsip “Smart Village”. Prinsip ini dimaksudkan untuk mengarusutamakan pemanfaatan ICT dalam penyelesaian tantangan dan masalah yang ada di dalam komunitas atau masyarakat desa. Ikan Fillet Papua akan menginisiasi pembentukan komunitas nelayan berdaya sekaligus infratruktur ICT sebagai langkah dan upaya awal dalam membentuk konsep Smart Village. Ikan Fillet Papua memilih pendekatan pembangunan Smart Village dalam pemecahan tantangan dalam bisnis perikanan di komunitas nelayan karena konsep ini merupakan konsep yang paling efisien, efektif serta berkelanjutan. Pembentukan komunitas nelayan berdaya merupakan target awal dari Ikan Fillet Papua sebagai wadah dan cikal bakal implementasi Smart Village.
Program utama yang diusung oleh Ikan Fillet Papua adalah pembangunan infrastruktur ICT dan pembentukan komunitas nelayan berdaya yang disebut Komunitas Berdaya Desa Makbon. Pembangunan infrastruktur ICT yang dimaksud adalah pembangunan infrastruktur data dimana seluruh data-data yang berada dalam skala kajian (Desa Makbon) akan dikumpulkan, disusun, dikelola untuk kemudian dimanfaatkan. Pemanfaatan infrastruktur data saat ini ditargetkan hanya sebatas untuk mendukung pengelolan laut dan perikanan. Setelah infrastruktur data dibangun, maka Fillet Papua akan membentuk Komunitas Makbon yang akan ditingkatkan kapasitasnya untuk mengenal, memanfaatkan dan memahami insfrastruktur data yang dibangun. Dalam hal ini targetnya adalah anggota komunitas yang termasuk pemudi/pemuda.
Dalam pelaksanaannya tentu saja Fillet Papua menggandeng banyak mitra seperti pemerintah tingkat desa maupun kabupaten/kota, pihak swasta terutama startup yang sudah berpengalaman dalam bidang teknologi bisnis perikanan, dan juga lembaga-lembaga terkait seperti akademisi dan lembaga masyarakat adat. Anggota komunitas akan dipilih sebanyak 5 orang maksimal dan akan diberi pelatihan tersertifikasi dalam keahlian database dan website. Anggota komunitas yang terpilih ini setelah mendapat pelatihan akan mengembangkan ICT (database, dahsboard dan website) yang sudah ada pada hasil kegiatan pertama untuk disempurnakan dan diperbaharui sesuai dengan kebutuhan dan kebermanfaatan Desa Makbon. Workshop dan softlaunching merupakan kegiatan puncak yang bertujuan untuk menunjukkan hasil program sekaligus memperkenalkan website dan dashboard Desa Makbon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *