Profil

Membuka Asa, Pak Son Bergabung di Team Ikan Fillet Papua

Ikan Fillet Papua merupakan konsep bisnis atau usaha yang bukan hanya berorientasi kepada benefit, tetapi juga sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat. Wacana bisnis ini mengemuka karena secara explisit meningkatkan kapasitas hidup masyarakat pesisir. Ini artinya, Ikan fillet papua menjadi salah satu wadah membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Menariknya, beberapa anggota team yang tergabung  dalam usahan Ikan Fillet Papua merupakan mantan pekerja yang mendapatkan SWO (Stop Working Order) atau diberhentikan dari tempat kerja sebelumnya karena situasi bumi yang tidak menentu.

Salah satu kurir/tenaga pengantar pesanan di Ikan Fillet Papua adalah Pak Son, pria 40 tahunan ini salah satu masyarakat terdampak akibat pademi Covid 19 yang tidak berkesudahan. Sebelumnya beliau berprofesi sebagai supir mobil rental untuk angkutan transportasi dalam atau luar Kota Sorong.

Namun saat ini beliau harus tetap dirumah dan tidak bekerja, sehingga pekerjaan sebagai supir harus terhenti. Menurut Son, panggilan akrab dari Soni” sulit hanya bisa dirumah saja dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Terkadang saya harus mencari uang dari ojek disekitar perumahan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “cari uang makan ”sambungnya.

CEO Ikan Fillet Papua memandang hal ini dengan keprihatinan, J. Metodius Baru, segera mengambil keputusan serta merekomendasikan Son untuk bekerja di Ikan Fillet Papua, sebagai General Support. General support pada usaha Ikan Fillet Papua bertugas untuk melakukan pengiriman produk langsung ke konsumen.

Seluruh team dipekerjakan dalam skema kontrak per quarter dan juga akan diberikan upah serta alokasi biaya makan, komunikasi, bbm dan asuransi. Hal ini juga untuk mendukung profesionalisme dan kesejahteraan tenagakerja.

Selain itu, semua anggota team Ikan Fillet Papua juga dapat melakuan dukungan penjualan dengan menawarkan langsung kepada konsumen. Selain sebagai usaha peningkatan penjualan, juga sebagai peluang mencari fee marketing. Kebijakan fee marketing ini dapat membuka peluang dan kesempatan untuk mencari tambahan uang atau dengan istilah cekker.

Menurut director Ikan Fillet Papua, Ehdra “setiap anggota team berpeluang mendapatkan bonus. Selain bonus langsung dan tidak langsung untuk semua team ataupun masyarakat dalam meningkatkan penjualan dan konsumsi ikan di Kota Sorong dan Sekitar”.

Dalam peningkatan penjualan yang dapat memenuhi kebutuhan kegiatan usaha, mulai dari  operasioanal, saving future dan hasil usaha, Ikan Fillet Papua juga menerapkan fee marketing untuk siapa saja yang ingin membantu menjual produk Ikan Fillet Papua. Ini dianggap sebagai sebuah program yang menguntungkan untuk siapa saja dan terbuka.

Saat ini Spatial influency menjadi andalan program pemasaran Ikan Fillet Papua, dimana hanya mengandalkan soft seller. Usaha ini dianggap lebih efektif dan efisien dan tidak memerlukan biaya yang besar untuk penjualan. Tahapan ini merupakan salah satu road map yang dibentuk untuk efektif sebuah usaha setelah establish.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *